Mark, personel NCT yang juga dikenal sebagai penyanyi solo, kini tengah menjadi sorotan setelah foto dirinya mengenakan kaus vintage dengan simbol bendera Konfederasi beredar luas. Banyak penggemar yang merasa kecewa dan tersinggung, mengingat simbol tersebut erat kaitannya dengan perbudakan dan supremasi kulit putih.

Agensi barunya, Upper Room, langsung merilis pernyataan resmi pada Rabu (23/6) malam. Mereka menuliskan permohonan maaf tulus atas kekhawatiran dan kekecewaan yang ditimbulkan. “Kami tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Kaus itu dipilih hanya karena gaya vintage-nya, tanpa memikirkan makna historisnya,” tulis agensi dalam pernyataan di media sosial.

Kontroversi bermula ketika beberapa foto Mark dengan kaus tersebut menyebar di komunitas daring. Bendera Konfederasi memang digunakan oleh negara bagian selatan AS saat Perang Saudara (1861-1865), dan hingga kini sering dianggap sebagai simbol rasisme dan diskriminasi. Sayangnya, agensi mengaku baru menyadari sensitivitas simbol itu setelah foto-foto tersebut viral.

Upper Room juga menegaskan bahwa mereka sudah berusaha mencegah simbol itu muncul di konten resmi, namun satu foto lolos dan akhirnya terunggah. Mereka memastikan bahwa Mark dan tim tidak mendukung rasisme, ujaran kebencian, atau intoleransi dalam bentuk apa pun.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih peka terhadap simbol-simbol yang kita kenakan, ya, Girls!

Reporter: Hestia Ramadhani